Kurikulum
A. Prodi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga &
Kepelabuhanan ( KPN )
Semester 1:
| KODE |
MATA KULIAH |
SKS |
| MPK02 | PANCASILA | 2 |
| MKK01 | MATEMATIKA EKONOMI |
2 |
| MKK02 | BAHASA INGGRIS |
3 |
| MKK03 | PENGANTAR EKONOMI |
3 |
| MKK04 | PENGANTAR ILMU HUKUM |
3 |
| MKK06 | PENGTR. PELAYARAN NIAGA |
3 |
| MKK03 | PENGANTAR MANAJEMEN |
2 |
| MPB04 | KEWIRAUSAHAAN | 2 |
| MBB04 | KOMPUTER 1 |
2 |
| MKB19 | SISTEM TRANSPORTASI |
2 |
Semester 2:
| KODE |
MATA KULIAH |
SKS |
| MPK01 | PENDIDIKAN AGAMA |
2 |
| MPK03 | PEND. KEWARGANEGARAAN |
2 |
| MKK07 | DASAR AKUNTANTSI |
3 |
| MKB01 | HUKUM DAGANG |
3 |
| MKB02 | HUKUM LAUT |
3 |
| MKB03 | MANAJ. OPS P. PELAYARAN |
3 |
| MKB11 | EKONOMI PERUSAHAAN |
3 |
| MKB20 | SIM | 2 |
| MBB01 | KOMPUTER2 | 2 |
Semester 3:
| KODE |
MATA KULIAH |
SKS |
| MKB04 | OPS. TERM. PELABUHAN |
3 |
| MKB06 | KENAUTIKAAN |
2 |
| MKB07 | PERDAG. INTERNASIONAL |
3 |
| MKB08 | SISTEM CONTAINER |
3 |
| MKB12 | KESELAMATAN KERJA |
2 |
| MKB13 | ASS. PENGANGKUTAN LAUT |
3 |
| MKB18 | KEPABEANAN |
3 |
| MPB05 | ENGLISH CONVERSATION |
2 |
| MBB06 | PRAKTEK MAN. AKUNTANSI |
2 |
Semester 4:
| KODE | MATA KULIAH |
SKS |
| MPK04 |
BAHASA INDONESIA |
2 |
| MKK05 | METODOLOGI PENELITIAN | 2 |
| MKB05 | MANAJEMEN KEUANGAN |
2 |
| MKB09 | CARGO CLAIM |
2 |
| MKB10 | M.PMSR JASA PERS PELAY | 3 |
| MKB14 | FF & CONSOLIDATION |
3 |
| MKB16 | MSDM | 2 |
| MKB17 | MANAJ B/M PENUMPUKAN |
3 |
| MKB19 | CARTER | 2 |
| MPB03 | SHIP ENGLISH CORESPON |
2 |
| MBB03 | PRAKTEK KOM AKUNTANSI |
1 |
Semester 5 & 6:
| KODE | MATA KULIAH |
SKS |
| MBB04 |
PRAKTEK B/M |
2 |
| MBB05 | PRAKTEK EKSIM |
3 |
| MBB06 | PRAKTEK MO PERS PELAY |
2 |
| MBB04 | PRAKTEK FF |
2 |
| MBB09 | PRAKTEK KERJA/PRADA | 8 |
| MBB10 | KARYA TULIS | 4 |
| MBB11 | KOMPREHENSIF | 2 |
MATERI MATA KULIAH KEPABEANAN
IMPOR UNTUK DIPAKAI
- Impor untuk dipakai adalah :
- Memasukkan barang ke dalam daerah pabean dengan tujuan untuk dipakai; atau
- Memasukkan barang ke dalam daerah pabean utk dimiliki atau dikuasai oleh orang yang berdomisili di Indonesia.
- Barang impor dapat dikeluarkan sebagai barang impor untuk dipakai setelah :
- Diserahkan pemberitahuan pabean & dilunasi BM-nya;
- Diserahkan pemberitahuan pabean dengan jaminan :
- 1. Tunai; 2. Jaminan bank; 3. Jaminan perusahaan asuransi; atau Jaminan lainnya.
- Diserahkan Dokumen Pelengkap Pabean & Jaminan.
- Barang impor yang dibawa oleh penumpang, awak sarana pengangkut, atau pelintas batas ke dalam daerah pabean pada saat kedatangannya wajib diberitahukan kepada pejabat Bea dan cukai.
- Barang impor yang dikirim melalui Pos atau Jasa Titipan hanya dapat dikeluarkan atas persetujuan pejabat Bea dan Cukai.
IMPOR SEMENTARA
Barang impor yang dibawa oleh penumpang, awak sarana pengangkut, atau pelintas batas ke dalam daerah pabean pada saat kedatangannya wajib diberitahukan kepada pejabat Bea dan cukai.
Barang impor yang dikirim melalui Pos atau Jasa Titipan hanya dapat dikeluarkan atas persetujuan pejabat Bea dan Cukai.
Barang Impor Sementara
Barang impor dapat dikeluarkan sebagai barang impor sementara apabila pada waktu impornya dipenuhi persyaratan :
- Tidak akan habis dipakai dalam proses pengimporan;
- Dalam masa pengimporan sementara tidak berubah bentuk secara hakiki kecuali karena aus dalam penggunaan;
- Jelas identitasnya; dan
- Ada dokumen pendukung bahwa barang tersebut akan diekspor kembali.
Fasilitas Pembebasan atau Keringanan
Barang impor sementara dapat diberikan fasilitas pembebasan atau keringanan bea masuk :
• Barang untuk keperluan pameran yang dipamerkan di tempat lain dari Entrepot Tujuan Pameran;
• Barang untuk keperluan seminar atau kegiatan semacam itu;
• Kemasan yang digunakan untuk pengangkutan barang impor atau barang ekspor secara berulang-ulang;
• Barang untuk diperbaiki, direkondisi, dimodifikasi; dan lain-lain.
Yang dapat diberikan keringanan BM adalah :
• Mesin dan peralatan untuk pengerjaan proyek – proyek.
Pengeluaran Barang Impor Sementara
• Pengeluaran dari kawasan pabean dilakukan dengan menggunakan PIBT dan dokumen pelengkap pabean serta bukti pembayaran dan atau jaminan.
• Pengeluaran barang impor sementara yang dibawa oleh penumpang, dilakukan dengan menggunakan PIBT dan dokumen pelengkap pabean serta bukti pembayaran atau jaminan.
Besarnya jaminan adalah :
- Jumlah BM dan PDRI, dalam hal barang impor sementara mendapat fasilitas pembebasan BM, Cukai dan PDRI
- Selisih BM yang seharusnya dibayar dengan yang telah dibayar ditambah dengan pajak penghasilan Pasal 22.
Pemeriksaan Fisik Barang
• Terhadap barang impor sementara dilakukan pemeriksaan fisik barang.
• Dalam hal hasil pemeriksaan kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai dengan pemberitahuan dalam PIB atau PIBT, importir wajib mengajukan permohonan perbaikan persetujuan impor sementara dan penyesuaian jaminan dan atau jumlah BM, Cukai dan PDRI yang harus dibayar.
Pemindahan Lokasi
Barang impor sementara yang akan dipindahkan dari lokasi pengawasan kantor pabean ke lokasi kantor pengawasan pabean lainnya, wajib mendapat ijin dari :
• Direktur Jendral dalam hal kantor pabean berada di kantor wilayah lain;
• Kepala kantor wilayah dalam hal kantor pabean tujuan berada di kantor wilayah yang sama.
• Importir wajib mengekspor kembali barang impor sementara, dengan menyerahkan PEB kepada pejabat di kantor pabean.
• Terhadap barang impor sementara yang diekspor kembali dilakukan pemeriksaan fisik barang.
PENIMBUNAN BARANG IMPOR DI TPB
• Pengeluaran barang impor dari kawasan pabean dengan tujuan untuk ditimbun di TPB dilakukan dengan menggunakan BC 2.3 yang diajukan kepada pejabat di kantor pabean yang mengawasi TPB.
• Persetujuan pengeluaran barang diberikan oleh pejabat di kantor pabean tempat pembongkaran / penimbunan barang apabila jumlah, jenis, nomor, merek serta ukuran kemasan atau petikemas yang tercantum dalam pemberitahuan pabean dengan kemasan atau petikemas yang bersangkutan kedapatan sesuai.
Pengeluaran Barang Impor Untuk Diangkut Ke TPS Lainnya
• Pengeluaran barang impor dari kawasan pabean dengan tujuan untuk diangkut ke TPS di kawasan pabean lainnya dilakukan dengan BC 1.2.
• Importir menyerahkan BC 1.2 dan jaminan BM, Cukai dan PDRI kepada pejabat di kantor pabean yang mengawasi kawasan pabean tempat pembongkaran barang.
• Persetujuan pengeluaran dan atau pemuatan diberikan oleh pejabat apabila jumlah, jenis, nomor,merek serta ukuran kemasan atau petikemas yg tercantum dalam BC 1.1 kedapatan sesuai dengan kemasan atau petikemas yang bersangkutan.
Pengeluaran Barang Impor Untuk Diangkut Lanjut
• Pengeluaran barang impor dari kawasan pabean dengan tujuan untuk diangkut lanjut dilakukan dengan menggunakan BC 1.2 yang diajukan oleh pengangkut kepada pejabat di kantor pabean yang mengawasi kawasan pabean tempat pembongkaran barang.
• Persetujuan pengeluaran dan atau pemuatan barang diberikan oleh pejabat, apabila jumlah, jenis, nomor, merek serta ukuran kemasan atau petikemas yang tercantum dalam BC 1.2 kedapatan sesuai dengan kemasan atau petikemas ybs.
Pengeluaran Barang Impor Untuk Diekspor
Terhadap barang impor yang masih berada di dalam kawasan pabean dapat diekspor kembali apabila :
• Tidak sesuai pesanan;
• Tidak boleh diimpor karena adanya perubahan peraturan;
• Rusak; atau
• Tidak dapat memenuhi persyaratan impor dari instansi teknis.
Ketentuan diatas tidak berlaku apabila untuk barang tersebut telah diajukan PIB dan telah dilakukan pemeriksaan fisik barang dengan hasil kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai.
RE EKSPOR
Importir yang menghendaki barangnya diekspor kembali mengajukan permohonan re-ekspor kepada Kepala Kantor Pabean dengan menyebutkan alasan.
• Berdasarkan persetujuan Kepala Kantor Pabean, importir atau pengangkut mengisi dan menyerahkan PEB kepada pejabat di kantor pabean tempat pemuatan.
• Persetujuan pengeluaran dan atau pemuatan barang diberikan oleh pejabat, apabila jumlah, jenis, nomor, merek serta ukuran kemasan atau petikemas yang tercantum dalam BC 3.0 kedapatan sesuai dengan kemasan atau petikemas ybs.


















